Thursday, December 22, 2011

Lombok

17-21 December 2011
Liburan ke lombok
Hari ke-1 : 17 December 2011, Jakarta - Lombok
Tanggal 15 dec, kaeo sudah mulai libur sekolah. Nah, untuk isi liburan kali ini, jalan-jalan ke lombok. Jalan-jalan ini direncanakan udah lumayan lama. kebetulan ada promo tiket garuda ke lombok PP, Rp 1 juta.

Berangkat tanggal 17 dec 2011, jadwal pesawat jam 17.50. ternyata delay, dan saat udah di dalam pesawat, harus tunggu giliran terbang sampai 15 menit. Pada saat mendarat diberitahu kalo pesawat mendarat di Praya. Ternyata, per 1 oktober 2011, bandara lombok pindah, dari Selaparang ke Praya (waktu booking pesawat, masih di Selaparang). Begitu keluar bandara, terlihat banyak orang yang duduk duduk di sekitar bandara, dan juga banyak yang berjualan. Karena begitu keluar langsung terlihat Bus Damri jurusan Senggigi (dan tidak terlihat taxi Blue Bird), akhirnya diputuskan untuk naik bus Damri. Ternyata bus me nunggu agak lama, sampai kedatangan pesawat berikutnya. Setelah akhirnya bus nya jalan, eh, belum lama jalan berhenti lagi. Ternyata sopirnya keliling nagih bayaran dari penumpang (tiket Rp 25.000/orang ke senggigi). Satu per satu penumpang didatangi. Setelah selesai, baru bus jalan lagi.

Perjalanan lumayan lama, sekitar 1.5 jam untuk sampai di senggigi. Seharusnya bus berhenti di Pasar Seni, tapi mungkin karena sudah malam, dan di daerah pasar seni sepertinya tidak banyak taxi, akhirnya diturunkan sebelum Pasar Seni, di tempat yang lumayan ramai dan banyak taxinya. Dari sini naik taxi ke Sheraton Senggigi, yang ternyata dekat sekali (biaya taxi hanya Rp 5.000). Sampai di hotel sudah jam 12.30 malam (waktu di lombok lebih cepat 1 jam dari waktu Jakarta). Selesai check in, langsung masuk kamar, mandi. Kaeo masih main main sebentar, kemudian tidur.

Hari ke-2, 18 December 2011, Senggigi
Hari ini bangun super siang. Langsung sarapan. Kemudian main di pantai. Kaeo udah berbekal sekop dan ember. Di sini Kaeo senang banget main dengan pasir dan ombak, sampai susah diajak pulangnya. Akhirnya berhasil juga ballik ke kamar, untuk mandi dan makan siang. Setelah itu lanjut tidur siang. bangun udah sore, pergi keluar cari supermarket (untuk beli yogurt) dan resto buat makan malam. Dari hotel tinggal jalan kaki, dapat ketemu beraneka resto dan satu supermarket. Eh, sampai di supermarket, tiba tiba hujan deras. Untung ada taxi, jadi langsung balik ke hotel. Sampai di hotel, papa keluar lagi untuk beli makan malam. Beli nasi goreng pakai telur dan sate ayam. Sedangkan kaeo dimasakin indomie. 

Hari ke-3, 19 December 2011 : Gili Terawangan
Pagi hari cuaca mendung dan hujan. Padahal hari ini rencana ke Gili Islands. Karena kemarin sudah beli yogurt, hari ini blender papaya dan yogurt untuk sarapan kaeo. Selesai mama, papa sarapan, tunggu di kamar sebentar, untungnya hujan berhenti. Dari hotel, naik taxi ke pelabuhan Bangsal, perjalanan sekitar 30 menit dengan biaya Rp 70.000. Sampai di Bangsal sekitar jam 10.30 an. Taxi berhenti sampai area parkir, dari sini harus jalan kaki sampai ke pelabuhannya, atau kalau mau naik cidomo (delman) dengan tariff Rp 15.000. Jalannya gak terlalu jauh ternyata. Sampai di pelabuhan, beli tiket Rp 10.000/orang. Kapal berangkat kalau sudah penuh (mencapai 20 orang). Walaupun begitu, ternyata waktu tunggunya gak terlalu lama. Perjalanan dari Bangsal ke Gili Terawangan, sekitar 45 menit. Sesampainya di Gili Terawangan, cari tempat untuk makan siang dan snorkeling. Di sini banyak terdapat hotel dan resto. Terkenal sebagai tempat untuk snorkeling. Untuk keliling di Gili Terawangan, bisa dengan jalan kaki, sewa sepeda atau sewa cidomo. Setelah jalan beberapa lama, akhirnya mampir ke salah satu resto di pinggir pantai. Di sini pesan nasi goreng (untuk Kaeo udah bawa nasi dan telur dari hotel-ambil waktu sarapan ). Selesai makan, baru deh pergi snorkeling. Kaeo ternyata gak mau pakai alat snorkelnya, jadinya pakai pelampung dan goggle aja. Sementara papa snorkeking, Kaeo ada beberapa kali berenang sendiri di laut!. Sekitar jam 3 an sore, jalan balik dari Gili ke Bangsal. Nah kali ini gak pakai nunggu, kapalnya pas banget langsung jalan. Dan gak seperti waktu berangkat, jumlah penumpangnya jauh melebihi 20 orang. Sepanjang perjalanan, Kaeo tidur. Sampai di Bangsal, naik Cidomo ke tempat area parkir, murah cuma Rp 5.000. mungkin karena udah sore kali ya. Dari sini kemudian naik taxi sampai ke hotel. Malam ini semuanya makan indomie.

Hari ke-4 : 20 December 2011, Pura Batu Bolong, Pantai Kuta, Air terjun Tiu Puput
Hari ini rencana mau ke pantai kuta. Sewa mobil Rp 230.000/24jam (tanpa sopir dan BBM). Jam 8 mobil sudah datang. Seperti kemarin, Kaeo sarapan papaya dan yogurt. Sekitar jam 10 an, mulai perjalanan. Berbekal peta lombok yang ada di majalah. Dalam perjalanan ke pantai kuta, melewati Pura Batu Bolong yang lokasinya gak jauh dari hotel, mampir di sini sebentar. Kemudian lanjut lagi, melewati Ampenan, masuk ke kota Mataram, mampir di Mataram Mall, untuk beli bekal makan siang Kaeo, beli nasi, perkedel dan soup di KFC. Mama beli softlens di sini, karena softlens yang kemaren pakai tahu-tahu robek. Sempat beli mainan panah panahan buat Kaeo juga di mall ini. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan. Sesuai dengan petunjuk dari beberapa orang yang ditanya, perjalanan ke pantai kuta itu menggambil jalan ke arah Lembar. Dari sini kemudian ambil jalan by pass, melewati Bandara International Lombok di Praya, dan ikuti arah rambu ke pantai Kuta. Sekitar jam 12 lewat, sampai di Pantai Kuta. Cari lokasi yang bagus, dekat Hotel Novotel. Di sini, beli minum di hotel, sambil Kaeo makan siang. Walau waktu datang panas banget, gak sampai 5 menit, hujan di sini. Pantai ini terkenal akan pasirnya yang seperti butiran merica. Ada beberapa orang yang jual kelapa dan baju. Selesai dari sini, dalam perjalanan balik, mampir ke desa suku sasak, desa sade namanya. Di desa ini banyak jual berbagai kerajinan tangan, kaos, kain, dan sebagainya. Karena hari masih terang, dicoba jalan terus. Dengan memperkirakan waktu sebelum gelap, diputuskan untuk pergi ke air terjun tiu puput. Sampai di sini sudah sekitar jam 5 sore. Kaeo senang banget ternyata di sini. Senang karena ada acara hikingnya, lewatin jembatan, penuh tantanganlah buat Kaeo.  Selesai dari sini, langsung balik ke hotel. Sementara Kaeo makan malam (kali ini super bihun), papa pergi keluar beli ayam taliwang untuk dimakan di hotel.

Hari ke-5 : 21 December 2011 : Lombok – Jakarta
Hari terakhir di Lombok, diisi dengan acara leyeh leyeh di pantai hotel dan nonton di kamar. Jam 1 kurang, check out dari hotel. Jam 1 tepat berangkat dari hotel menuju Bandara. Perjalanan ke Bandara dengan taxi 1 jam. Bandara Lombok lumayan lengkap, ada toko-toko souvenir, tempat makan, juga ada toko buku periplus. Kaeo beli buku “Volcano” di sini. Sama seperti waktu datang, kali ini pesawat juga delay.

Catatan:
Perjalanan ke Gili Terawangan juga bisa pakai kapal sewa. Tariff Rp 350.000,- sudah termasuk perjalanan dari senggigi ke Gili Terawangan (PP), juga perjalanan ke gili gili yang lain (Gili Air dan Gili Meno). Perjalanan dari Senggigi ke Gili Terawangan sekitar 1.5 jam.

Sunday, September 25, 2011

Monas

25 september 2011
Sore ini janjian bareng lagi dengan tante devy, om wijay dan rai ke monas. Janjian jam 3, tapi nyampenya hampir jam 4.  pas banget ternyata hari ini ada festival Indonesia-jepang. Rame banget, cari parkir susah. Jadinya parkir di pinggir jalan. Niat ke monas salah satunya mau naik delman. Nungguin di pinggir jalan sampai ada delman kosong yang lewat. Susah juga ternyata, karena semua delman yang lewat udah ada penumpangnya. Udah hampir nyerah nunggu, eh ada delman kosong lewat. Buru buru panggil. Ada 2 tarif ternyata, yang jarak pendek Rp 30.000 dengan rute kelilingin jalan bagian selatan monas, dan jarak jauh Rp 60.000 dengan rute kelilingin monas. Karena yang jarak pendek kok kayanya pendek sekali, akhirnya diputusin untuk ambil yang jarak jauh. Tarifnya gak bisa ditawar. Semua naik ke delman, muat ternyata. Kasian juga kudanya, mesti narik 5 orang dewasa (termasuk kusir) dan 2 anak anak. Selesai naik delman, rai pulang, sedangkan kaeo masuk ke taman monas nya dulu, karena kaeo pengen masuk ke monas. Karena udah sore, udaranya udah enak banget, gak panas. Dan banyak orang yang main bola, layang layang dan sepeda. Kaeo sempet gak mau pulang. Tapi akhirnya setelah ambil layang layang yang udah terdampar di tanah, malah minta pulang.

Monday, September 19, 2011

Taman Mini Indonesia Indah

18 September 2011

Hari ini janjian dengan tante devy, om wijay dan dede rai ke taman mini Indonesia indah (TMII). Janji ketemuan langsung di TMII jam 10.30 an. Dari rumah, masuk tol dalam kota turun di keluaran TMII, dari sini tinggal ikuti petunjuk arah dan ketemulah gerbang masuk TMII. Ternyata lumayan banyak antrian mobilnya. Beli tiket masuk Rp 9.000/orang dan Rp 10.000 untuk mobil. Tujuan pertama adalah istana anak anak. Untuk masuk ke istana anak anak perlu bayar lagi, per orang Rp 5.000. Sesuai dengan namanya, bentuk bangunannya, seperti istana, di bagian depan istana terdapat berbagai mainan. Ada yang gratis ada pula yang bayar. Yang berbentuk playground tidak perlu bayar. Ada mainan helicopter, mandi bola, dan kereta api. Di sini kaeo naik helicopter (rp 5.000). kemudian masuk ke dalam istana, di dalamnya ada panggung buat pentas, ada wahana permainan air (tapi belum jadi), mobil mobilan (kaeo naik), bom bom car dan juga ada kolam perahu (kaeo naik juga yang ini). Selesai dari sini, kemudian makan siang, kali ini udah ketemu dengan tante devy, makan siang bareng di CFC. Kaeo makan nasi goreng.CFC ini letaknya di stasiun kereta, selesai makan langsung beli tiket kereta dan naik kereta monorail. Keliling naik monorail dan balik lagi ke stasiun semula. Dari sini kemudian pergi ke aquarium air tawar, tapi di sini gak jadi masuk. Malah jadinya ke taman asmat yang letaknya sebelah persis. Di taman asmat, kaeo dan rai main becak. Kaeo jadi abangnya dan rai jadi penumpangnya. Dari sini karena udah mendung banget dan juga udah mulai cape, diputusin untuk pulang. Begitu masuk mobil, kaeo langsung tidur.

Sunday, September 11, 2011

Planetarium

11 September 2011
Setelah gagal 2 kali, hari ini akhirnya berhasil juga nonton di planetarium TIM Cikini, Menteng. Jam 9 an udah sampe di loket, ternyata udah banyak yang ngantr. Padahal jam 9 itu jam buka loketnya. Pertunjukannya sendiri jam 10 nanti. Habis beli tiket, sarapan dulu di mie gondang dia yang terkenal. Selesai makan buru buru balik ke planetarium lagi, karena di tiket gak ada nomor kursi, jadi mesti milih2 tempat duduk nanti. Isi filmnya tentang semesta. Dimulai dengan pengenalan rasi bintang, kemudian diceritakan pula tentang matahari, bulan, dan planet. Pada saat penjelasan tentang planet, dibuat seolah olah kita sedang naik spaceship. Jo sepertinya senang, karena malamnya minta ke planetarium lagi.  oya, tiket masuknya dewasa 7000, anak 3500.

Saturday, September 3, 2011

Mongolian Camp Bogor

2-3 September 2011
Mongolian Camp, Highland resort bogor, curug nangka, bogor

Karena lihat ulasan tentang Mongolian camp di kompas, tertarik untuk nginep di sana. Dapatnya tanggal 2-3 sep. sesuai namanya, camp nya ala mongol. Tendanya disebut ger. Bentuknya lingkaran, dengan warna tenda putih. Bagian dalamnya ditutup kain warna warni. Untuk tenda yang kita dapat, warna kainnya merah, dengan kain atap warna orange. Ada 2 jenis tenda, tenda standard dan tenda deluxe. Tenda standard dapat muat 6-8 orang (jadi bisa muat ajak engkong, oma, nge dan kiwil). Fasilitas yang ada di kompleks : flying fox, futsal, mini waterbom dan playground. Yang gratis cuma mini waterbom dan playground. Berangkat dari Jakarta jam 8 an, ketemu sama oma di rest area, kemudian konvoi. Sempet nyasar 2 kali, ngantri beli roti unyil. Akhirnya sekitar jam 11 lewat sampe juga di lokasi. Sambil nunggu bisa check in, jo main di playground dan makan siang (dibawain oma nasi dan telur ceplok). Setelah bisa masuk tenda, langsung masuk tenda, karena panas banget di luar. Nunggu agak sore dikit, baru keluar main di waterbom nya. Setelah itu, semua makan sore di tenda. Karena gak lama kemudian ujan, jadi main di tenda sampe ujannya berhenti baru keluar jalan keliling. Jo main bola di lapangan futsal sampe cape, kemudian balik ke tenda dan tidur. Esok paginya, jo yang bangun paling siang, jam 7 an baru bangun. Sarapan roti dan susu ultra, kemudian keluar jalan2 sambil nunggu papa selesai sarapan (karena sarapannya hanya untuk 2 orang). Selesai sarapan, main2 di tenda, kemudian sekitar jam 10 an check out. Pulangnya mampir makan siang di PI mall dulu.

Saturday, August 27, 2011

Piknik di Kebun Raya Bogor

26 August 2011
Karena kaeo udah beberapa kali bilang mau piknik dan kebetulan dari obrolan dengan tetangga di apartemen, kalo ternyata kebun raya bogor bisa banget buat piknik, akhirnya bisa juga kerealisasi. Sesuai dengan namanya piknik, maka udah disiapin dari rumah bekal makanan dan alas piknik, gak lupa juga bawa sepeda kaeo. Berangkat dari rumah sekitar jam 9, jemput oma dulu, habis itu langsung meluncur ke kebun raya, masuk toll, keluar di bogor, ikuti petunjuk arah, akhirnya sampai juga di depan pintu masuk kebun raya. Beli tiket untuk orang (Rp 9.500/orang)dan mobil. Begitu masuk keliling keliling naik mobil sambil cari tempat yang pas buat piknik. akhirnya diputusin untuk piknik di area taman mexico. Sementara oma makan, kaeo dan mama keliling naik sepeda. Sesuai dengan namanya, di area ini banyak tanaman kaktus. Karena jalannya banyak yang naik turun, gak lama kaeo udah cape, dan minta piknik. Gelar alas piknik, buka bekal, semua makan siang. Selesai makan, balik ke mobil dan lanjut liat tempat yang lain. Kali ini berhenti di tempat yang ada danaunya. Jalan mengelilingi danau, sambil main lompat ke tumpukan daun kering. Di danau juga ada rakit yang ditambat. Kaeo pengen banget naik rakit itu. Tapi sayang, gak tau gimana caranya, karena gak ada yang jaga rakitnya. Sehabis itu balik ke mobil, mampir di museum zoology sebentar, liat liat berbagai jenis binatang, kemudian pulang ke Jakarta. Gak lupa mampir di rest area beli roti unyil dan asinan bogor.

Friday, July 8, 2011

China

01-07 july 2011
Liburan ke Cina (Beijing dan Shanghai)
Hari 1 : 01 juli 2011
Jakarta – Beijing
Jadwal pesawat take off jam 5 pagi. Berarti jam 3 udah mesti di bandara, jam 2.30 dini hari udah jalan dari rumah. Sampai di bandara sekitar jam 3, ternyata bandaranya tutup. Baru tahu kalo bandara bisa tutup, buka sekitar jam 3.20. denger2 dari sesama pengantri waktu check in, bandaranya udah dari jam 2 tutupnya.

Selesai check in di counter Malaysia Airlines, langsung lewatin imigrasi (sekarang udah gak usah urus bebas fiscal lagi – udah bener2 bebas sekarang). Cari lounge buat nunggu, eh ternyata fasilitas lounge dari Citibank Platinum hanya bisa dipakai di loungenya Citibank per tanggal 1 juli, dan ternyata lagi, loungenya jam segitu belum buka. Alhasil jadi deh nunggu di luar. Mendekati waktu boarding, masuk ke ruang tunggunya. Gak lama kemudian boarding pesawat. Karena pakai Malaysia Airlines, jadinya dari Jakarta terbang ke Kuala Lumpur dulu dengan pesawat MH 726 sampai di KL jam 8.00 (waktu KL) pesawat sempat delay 30 menit an, sehingga jam 9.30 an (harusnya jam 9 udah berangkat) baru berangkat baru kemudian berangkat ke Bejing dengan MH 378, sampai di Beijing sekitar jam 4 sore (harusnya jam 15.15).

Begitu sampai di Bejing Capital Terminal 2, ternyata roda kopernya rusak. Lumayan lama buat urusin koper sampai akhirnya bisa dapat koper pengganti. Dari sini kemudian naik Aiprort Shuttle Bus no 2 ke Xidan (last stop). Dari Halte Xidan, udah deket banget dengan Stasiun subway Xidan, kemudian naik subway ke arah stasiun Tiananmen East. Traif subway di Beijing semuanya sama Y2, baik jarak dekat maupun jauh. Sampai di Tiananmen East, ikuti petunjuk yang udah didapat dari internet, ambil exit C. namun karena setelah keluar tidak ada petunjuk yang jelas, akhirnya tanya2 polisi di sana. Untungnya tau. Ternyata dari exit C belok kiri, jalan terus sampai perempatan lampu merah yang kedua belok kanan, jalan terus sekitar 3 menit, akan ketemu Days Inn Forbidden City di sisi kiri jalan. Days inn dibooking lewat interent dari booking.com, lokasinya strategis, tinggal jalan ke Tiananmen square, forbidden city, wangfujing, subway. Ratenya Y439 + 15 % (tanpa breakfast)

Selesai check in, masuk kamar (dapat no 1601), beres2, mandi, langsung jalan keluar ke Tiananmen Square. Karena kalau malam suasananya beda dengan siang, karena ada lampu2nya. Waktu jalan ke Tiananmen, baru tau kalo ternyata ada exit yang lebih dekat dengan hotel, yaitu exit B. keluar dari exit B tinggal jalan lurus, di perempatan kedua belok kiri, setelah itu tinggal jalan lurus sekitar 3 menit, ketemu deh hotelnya. Walaupun malam, ternyata masih ramai juga, banyak yang foto2. selesai foto2 kemudian balik ke hotel, tidur.

Hari 2 : 02 juli 2011
Forbidden City, Beijing Railway, Temple of Heaven, Wangfujing
Hari ini dimulai dengan tujuan harus dapat tiket kereta ke Shanghai. Karena waktu check in kemarin malam, kereta yang rencananya akan dinaiki ternyata sudah tidak ada. Karena pas banget ada kereta tercepat di dunia yang baru diluncurin dengan jalur Beijing shanghai. Karenanya hari ini harus ke Beijing Railway station untuk cek tiket kereta.

Dimulai dengan pergi jalan kaki ke Forbidden City, masuknya lewat pintu utara. Lumayan jauh juga jalannya ternyata. Sampai di forbidden city, ternyata udah sangat amat banyak orang. Baik yang jalan sendiri, maupun ikut tour. Karena semalam waktu ke Tiananmen kaeo liat ada anak yang bawa bendera, nah kebetulan di sini banyak banget yang jual bendera, jadi deh kaeo dibeliin bendera seharga Y2. kemudian beli tiket masuk seharga Y60/orang. Setelah itu langsung masuk. Kompleksnya sangat besar, dan banyak naik turun tangga. Karena masuk dari North Gate, maka keluarnya dari South Gate (kecuali kalo mau jalan balik), dari sini kemudian jalan ke arah stasiun subway terdekat, keluar dari south gate jalan ke arah kanan, lurus terus sampai ketemu stasiun subway Dongsi di sebelah kanan jalan. Kebetulan sekali di seberang stasiun ini ada McD. Jadilah makan siang di McD. Kaeo makan French Fries dan minum susu campur pediasure, mama papa makan burger. Setelah makan, langsung ke stasiun subway, untuk pergi ke Beijing Railway station. Sesampainya di Beijing Railway Station, orang yang ada di sana super banyak, udah gitu gak jelas antrian buat beli tiketnya. Akhirnya nyerah gak beli tiket di sana, langsung balik lagi ke hotel untuk minta tolong dibeliin tiket kereta. Dan nyerah juga akhirnya beli tiket kereta super cepatnya, harganya Y555 + Y40 (charge dari hotel). Setelah urusan tiket kereta selesai, langsung jalan lagi ke Temple of Heaven. Naik subway line 5 turun di Tiantan Dongmen, exit A, dari sini jalan ke arah kanan, akan ketemu East gate temple of heaven di sisi kanan jalan. Kali ini kerumunan orang gak sebanyak di forbidden city. Tiket yang dijual ada 2 macam, Y15 untuk area taman, Y35 untuk terusan. Karena uang cash yang dibawa jadi tinggal dikit, karena ternyata untuk bayar tiket kereta harus cash dan dari rencana naik kereta yang harganya Y300 jadi Y600, akhirnya diputusin beli tiket yang Y15. Temple of heaven punya banyak taman, salah satu area gak jauh dari east gatenya ada playground anak2. Jalan terus, dengan tujuan pertama cari temple for good harvest (yang selalu jadi gambar promosinya temple of heaven). Eh ternyata untuk masuk ke dalamnya perlu tiket, alhasil jadi beli tiket tambahan lagi deh, yang ujung2nya jadi sama aja kalo beli tiket terusan. Dari sini kemudian jalan2 lagi ketemu circular dan echo wall.

Selesai dari Temple of heaven kemudian jalan balik ke Wangfujing. Wangfujing ternyata terdiri atas pertokoan2, yang jalannya tertutup untuk kendaraan. ada juga lorong2 kecil yang jual souvenir dan makanan tradisional. Dari sini tinggal jalan kaki ke hotel.

Hari 3 : 03 juli 2011
Xidan, Summer Palace, Bird Nest and Water Cube
Hari ini rencana pergi ke summer palace. Tapi karena mulai jalannya udah agak telat, dan karena info yang dibaca di internet katanya summer palace gak ada resto kecuali McD dan antri, akhirnya diputusin untuk mampir ke Xidan dulu, dengan harapan bisa ketemu supermarket untuk beli makanan dibawa ke summer palace. Ternyata sampai di Xidan, isinya mall2 tapi gak ketemu supermarketnya. Salah satu pusat perbelanjaannya ada yang mirip mangga dua mall, 77th street mall namanya. Karena ternyata udah jam makan siang, akhirnya diputusin untuk makan siang dulu di Xidan. Seperti biasa ketemu McD, makan di sini. Kali ini pesen fish burger, biar kaeo bisa makan fish filletnya. Selesai makan, baru pergi ke Summer Palace, yang walaupun lokasinya jauh, ternyata bisa dijangkau dengan subway, jadi cuma keluar RMB 2 per orang. Dari stasiun masih jalan lumayan jauh jalannya. Ada juga semacam becak yang bisa antar ke summer palace. Tapi kita putusin jalan kaki aja. Ternyata gak jauh dari stasiun, ada semacam toko toko kecil yang jual makanan, dan pernak pernik. Kalau tau begitu, mungkin dari pagi udah jalan ke summer palace biar gak terlalu panas. . Gak lama jalan kaki, sampai di tempat beli tiket, harganya RMB30 per orang. Begitu masuk, wah.. ternyata luas banget tempatnya. Banyak yang jualan, mulai dari topi, mainan anak, minuman.Summer Palace terdiri atas danau yang luas sekali, dan disekelilingnya ada bangunan-bangunan. Ada disediakan perahu2 angsa yang genjot sendiri untuk keliling danau. Ada juga kapal buat menyeberangi danau. Jalan di sini sampai sore dan cape banget. Setelah itu, naik subway lagi ke Bird Nest dan Water Cube yang letaknya seberang2an. Di sini terdapat lapangan luas, yang seru buat main. Karena lagi musim panas, banyak yang main layang2 di sini. Ada juga yang cuma duduk duduk aja. Di sini kaeo tidur lagi. Selesai duduk duduk sebentar di sini, kemudian balik ke hotel. Di hotel, pesan makan malam, buat mama nasi goreng pake telur dadar, papa nasi goreng pake lapciong, kaeo nasi pakai sup sayur dengan abon yang dibawa dari jak. Selesai itu gak lama tidur.

Hari 4 : 04 juli 2011
Great Wall Badaling, Silk Market
Hari ini berangkat dari hotel jam 8 (lumayan pagi dari biasanya, karena rencana mau pagi2 ke great wall). Menuju stasiun subway, dari stasiun Tiananmen east turun di stasiun Fuxingmen, tukar ke line 2, turun di Juhuitan exit B, dari sini jalan ke arah kanan ke Deshengmen, di sini naik bus no 919 ke great wall, bus stop ada di dekat the old city wall tower. Untunglah di dekat busnya ada yang petugas yang bisa ditanya untuk pastikan busnya benar ke great wall. Tiket Y12/orang. Busnya penuh, kaeo dipangku (kecuali kalo mau bayar J). Perjalanan sampai benar2 tiba di great wall sekitar 2 jam, karena bus yang dinaikin ternyata bukan bus yang langsung, tapi banyak berhenti2nya. Bus berhenti di depan loket tiket. Karena lihat kondisi medannya dan juga karena kata petugasnya waktunya udah gak keburu kalo mau jalan kaki ke great wallnya, akhirnya diputusin untuk beli tiket denga cable car. Harganya Y120/orang. Cuacanya panas banget. Dan antrian untuk naik cable car, panjang sekali. Akhirnya sampai juga giliran untuk naik cable car, cuma sebentar, gak sampe 5 menit kayanya. Begitu sampai, orang2 udah banyak banget. Keluar dari stasiun cable car ada area dengan kursi dan meja, sepertinya untuk makan. jadilah kaeo makan siang dulu. Untunglah malam sebelumnya pesan makan di hotel, dan karena porsinya banyak, nasi goreng mama makan separuh dan separuhnya lagi dibawa untuk makan siang, karena ternyata sampai di great wall tidak ada resto sama sekali, yang ada toko toko souvenir aja. Jadinya mama dan papa makan nasi goreng sama2, kaeo udah dibawain separuh nasi putih sisa semalam dengan abon dan sup buatan mama (cuma air, pakai garam, lada dan kaldu instant). Selesai makan, baru deh jalan di great wallnya. Lumayan cape, karena banyak jalan naik dan turunnya. Sampe2 kaeo tau2 berkomentar, “naik gunung susah”. J Setelah dirasa cukup cape, jalan balik ke stasiun cable carnya. Naik cable car, cari halte busnya, naik bus no 919 lagi, balik dengan rute yang sama waktu pergi, hanya kali ini busnya langsung, jadi lumayan cepet sampenya. Dari sini, sempat bingung mau ke Silk Market atau gak, karena info dari internet silk market tutupnya magrib, dan kita sampai di Jishuitan udah sekitar jam 4.30 sore. Akhirnya diputusin untuk coba ke sana. Naik subway line 1 turun di stasiun Yong An Li exit A. ternyata silk market benar2 connect langsung dengan subway, terdiri atas beberapa lantai. Lantai yang connect dengan subway, jual sepatu dan tas branded palsu, lantai diatasnya jual baju, mainan anak. Di sini beli mainan crane buat kaeo, tas kipling buat mama dan tas bally buat papa. Nawar di sini harus berani dan cuek. Kaya crane kaeo dibuka dengan harga Y240, jadinya Y50. tas kipling lebih parah lagi dibuka dengan Y380, jadinya Y50, itupun gak pake nawar, karena kita bilang gak suka dengan warna yang ada, orangnya langsung turunin sendiri harganya. Tas papa jadinya Y130. Selesau belanja, keluar dari silk market, di seberangnya banyak toko2 juga, dan ada resto juga. Makan malamnya di resto Yongheking – kalo gak salah nulisnya), mama pesan nasi dengan ayam, papa nasi dengan babi. Kaeo makan nasi bareng mama dengan abon dan serundeng, ditambah pesan vegetable soup yang dijual di sana. Selesai dari sini kemudian pulang, packing buat besok jalan ke Shanghai. Oh ya, di silk market ini akhirnya ketemu dengan supermarket, langsung deh beli2, beli mangga buat kaeo (karena papaya yang dibawa dari jak udah abis), beli 2 buah susu UHT buat kaeo, beli cemilan dan roti.

Hari 5 : 05 Juli 2011
Bejing – Shanghai, Nanjing road, The Bund, … market
Hari ini harus bangun pagi. Kereta berangkat jam 8.05 pagi. Sarapan roti yang dibeli kemarin. Untuk kaeo sarapannya seperti biasanya buah. Kali ini mangga. Sarapannya di stasiun sambil nunggu kereta.

Jam 8.05 kereta berangkat. Keretanya bersih, kursinya besar. Sesuai dengan keterangan kecepatan keretanya sekitar 300km/jam. perjalanan ke Shanghai sekitar 5 jam.Selama di kereta, kaeo sibuk main dengan cranenya. Makan siang di kereta dengan menu McD yang dibeli di stasiun, kaeo makan indomie kuah dengan tahu sutra, mama makan mie goreng yang dibeli di supermarket silk market. Untunglah di kereta ada disediakan air panas. Kereta berhenti di beberapa stasiun sebelum sampai di stasiun Hongqiao Railway station Shanghai sekitar jam 1.30 siang, yang connect dengan metro line 10 dan 2. untunglah hotelnya ada di line 2, jadi dari stasiun tinggal beli tiket ke stasiun Jing An Temple (Y8/orang – harga tiket metro di shanghai beda2 tergantung dari jarak, paling murah Y3). Dari Jing An Temple, ambil exit 1, belok kiri dapat jalan nanjing road, kemudian nyebrang ke kanan, sampai di perempatan belok kanan, tinggal jalan lurus, World Union Service Apartment ada di sisi kanan jalan. Karena service apartment, maka untuk check in nya harus ke salah satu unit apartement tempat petugasnya berkantor, yaitu di unit 1601, selesai check in, masuk ke unit, dapat di 704, unit type 1 kamar (Y722+15% untuk 2 malam), lengkap dengan dapur, living room, kamar mandi. Juga ada microwave, mesin cuci dan kulkas. Selesai beres2 sebentar (kaeo tidur sepanjang jalan ke apartment), langsung jalan. Tujuan pertama adalah ke the bund. Naik metro line 2 turun di East Nanjing Road, keluar dari sini ternyata dapatnya nanjing road, mirip dengan wangfujing, toko2 dengan jalan tertutp bagi kendaraan. Dari ini kemudian jalan kaki ke the bund. Karena tanda jalan semuanya dalam bahasa mandarin, jadinya ikutin arus orang aja. Dan ternyata betul. J the bund juga terdiri atas mall, pertokoan, hotel. Di seberang huang pu river terdapat gedung2 pencakar langit dan termasuk diantaranya Oriental pearl tower yang jadi landmarknya Shanghai. Seperti tempat2 wisata di cina lainnya, di sini juga ramai. Kaeo bangun di sini, dan senang karena bisa lihat berbagai macam kapal yang lewat di Huangpu river. Dari the bund kemudian naik metro line 2 ke stasiun Shanghai Science & Technology museum untuk pergi ke …. Market. Ternyata marketnya agak2 sepi (dibanding silk market), di sini cuma beli mainan digger Y50 buat kaeo. Setelah itu lihat2 depannya science museumnya, kemudian balik ke stasiun. Makan malam, di KFC Nanjing Road, pesen menu ayam pakai nasi, dengan mushroom cream soup. Kaeo makan nasinya dengan abon dan serundeng suharti. Papa pesen ayam dan kentang. Selesai makan mampir ke the bund untuk foto2 di waktu malam. Setelah itu balik ke apartment.

Hari 6 : 06 juli 2011
Zhujiajiao, Nanjing road, people square
Hari ini berangkat dari apartment sekitar jam 8, rencana ke Zhujiajiao, kota air di shanghai. Dari stasiun Jing An Temple ke stasiun Dashijie di line 8. turun di sini, exit 2, jalan ke kanan, lurus terus sampai ketemu Pu’an Lu tempat bus stationnya. Dari sini naik bus ke zhujiajiao, busnya langsung, harganya Y12. kali ini busnya gak seramai yang waktu yang mau ke great wall badaling. Perjalanan bus sekitar 1 jam. sampai di bus station, banyak tukang becak yang nawarin buat pergi ke tempat wisatanya. Karena di sana gak ada keterangan sama sekali, dan juga gak tau tariff naik becak yang sesuai, akhirnya kita tungguin orang lain yang naik becak, untuk kemudian diikuti arahnya. Ternyata tidak terlalu jauh, jadi dari bus station, belok kiri, jalan terus sampai ketemu pertigaan belok kanan, dari sini udah mulai keliatan banyak turis2 yang lain. Ada supermarket, KFC juga di sini. Kalau mau masuk2 ke tempat2 yang ada di sini, bisa beli tiket. Ada 3 macam tiket. Y90 (9 tempat +boat ride), Y60 (8 tempat) dan Y 30 (4 tempat). Karena kita hanya mau nikmatin kota airnya aja, diputuskan untuk tidak beli tiket. Peta bisa didapat hanya kalau beli tiket. Tapi ternyata, tanda2 jalan yang ada sangat jelas. Di sini coba naik kapal kayu (harganya Y60 per kapal, maksimal 6 orang), karena kaeo pengen banget naik kapal. Waktu di kapal, kaeo lihat life jacket, dan tanya kok gak pakai (karena di bukunya orang yang naik kapal pakai life jacket). Selesai naik kapal, jalan kaki keliling2. Ada beberapa jembatan di sini, yang paling panjangnya adalah Fangsheng Bridge. Sekitar 2 jam jalan2 di sini.
Kemudian makan siang di KFC dengan menu indomie goreng buat mama papa, nasi goreng (yang dibeli malam sebelumnya di supermarket fresh market)dengan abon buat kaeo dengan tambahan beli chicken nugget dan coca cola. Dari sini kemudian balik dengan rute yang sama, sampai di bus station, kemudian jalan kaki ke arah Dashijie station, jalan terus sampai ketemu Henan Road, kemudian belok kanan, di perempatan lampu merah nyebrang, dan sampailah di Yuyuan Garden.Di sini ternyata banyak toko. Mulai dari toko souvenir, toko mainan. Juga ada mall2. ada juga bagian yang seperti pasar paginya. Barang2 yang dijual murah murah. Sepatu crocs (palsu terntunya) dijual Y10, terus ada toko 1 harga dengan harga Y2. di sini kaeo dibeliin gantungan HP bentuk rakun (karena waktu di zhujiajiao kaeo sempat minta mainan rakun yang selalu kejar2 bola, tapi gak jadi beli). Lama juga kiter2 di sini, sampai sore, kemudian jalan kaki lagi ke arah nanjing road. Pengennya makan di yongheking, tapi gak ketemu. Jalan terus sampai people square, kemudian pulang. Mampir dulu ke supermarket untuk beli makan malam. Makan malam buat kaeo dan mama nasi putih, miso sup, tahu yang beli di supermarket, papa makan mie instant yang dibeli di Beijing. Selesai makan, kaeo nonton, mama packing. Setelah itu, tidur.

Hari 7 : 07 Juli 2011
Shanghai – Jakarta
Pagi2 udah bangun. Hari ini balik Jakarta, pesawat take off jam 10.15. Selesai check out, dari apartement jalan kaki ke Airport bus shuttle yang letaknya di depan exit 3 Jing An temple. Sebetulnya bisa juga naik subway line 2 sampai ke Pudong Airport, tapi lebih lama. naik bus sekitar 50 menit dengan harga Y22/orang. Bus berangkat sekitar 20 menit sekali. Jam 7 tepat bus jalan, sampai di airport langsung check in. untungnya semalam udah check in lewat internet, jadi gak perlu antri lagi. Di sini kaeo kehilangan rakunnya. Rakunnya ditaruh di stroller dan di seat belt sama kaeo. Tapi sepertinya jatuh di airport. Selesai check in, cari tempat untuk sarapan. Ternyata tidak terlalu banyak tempat makan di sini. Toko2nya juga sedikit. Akhirnya sarapan di burger king, beli fish burger + French fries + coke. Untuk kaeo sarapannya pediasure. J, gak lama kemudian boarding, pesawat MH 387, untunglah kali ini di pesawatnya ada TV, kaeo nonton ice age 3, kemudian tidur, bangun pas lagi dibagiin makan siang. kaeo makan menu yang nasi + tahu. Selesai makan, nonton ben 10. gak tidur sampai tiba di KL. Sempat khawatir ketinggalan pesawat yang dari KL ke jak, karena waktu di airport shanghai, pesawatnya di landasan ada 30 menitan gak terbang2, karena masalah traffic katanya. Sampai di KL jam 4 an sore. Pesawat ke Jak (MH723) harusnya berangkat jam 4.30 sore. Lari2an sepanjang ke gatenya. Ternyata sampai di gate, semua masih nunggu, pesawatnya delay. Perjalanan ke Jakarta sekitar 2 jam, kaeo makan sore di pesawat kemudian tidur sepanjang perjalanan. Sampai di Jakarta, langsung naik taxi pulang ke rumah.

Tiket Pesawat : USD 459/orang = USD 1377
Visa : Rp 1.727.100 (total untuk 3 orang) pakai WITA tour
Beijing
Tiket bus dari Beijing Airport ke Xidan (down town) : RMB 16 x 2 orang = RMB 32
Days inn forbidden city hotel Beijing : 4 malam RMB 439 x 4 malam = RMB 1756
Tiket masuk forbidden city: RMB 60 x 2 orang = RMB 120
Tiket masuk Temple of Heaven : RMB 35 x 2 orang = RMB 70
Tiket masuk Summer Palace : RMB 30 x 2 orang = RMB 60
Tiket cable car Great Wall : RMB 120 x 2 orang = RMB 240
Tiket bus ke Great Wall : RMB 24 (PP) x 2 orang = RMB 48
Tiket kereta : (RMB555 + RMB 40 (charge karena dibelikan hotel))x2orang = RMB1190
Tiket subway : RMB 2 / sekali jalan (flat rate)
Shanghai
World Union Service Apartment Shanghai : RMB 415 x 2 malam = RMB 830
Bus ke Zhujiajiao : RMB 24 (PP) x 2 orang = RMB 48
Tiket subway : mulai dari RMB 3 – RMB 9
Tiket bus ke airport pudong shanghai : RMB 22 x 2 orang = RMB 44